Gerakan Menuju Pos Cita-cita "Cerpen, Puisi, Traveller, Motivasi dan Gaya Hidup menjadi tautan asa dalam sebuah Selasar Nektar Kata"

Semesta

Friday, June 10, 2016

Flash Fiction:Kicau-kicau Senyuman

Kicau-kicau Senyuman

“Dina, aku mencintaimu” ucap Fandi. Ucapan itu membuat Dina terkejut. Menamparkan pandangan ke arah Fandi yang terduduk berlawanan dengannya. Sementara burung-burung yang terbang sejenak berhenti atas gelombang suara itu.
“Fandi? Masih sadarkah kau?” sahut Dina dengan kernyitan di keningnya.
“Aku selalu sadar atas ucapanku, Dina.” Jawab Fandi sambil memegang kedua tangan Dina.
“Jika memang benar kau mencintaiku. Apa yang akan kau buktikan di kanvas pandanganku, hatiku dan kenanganku?” Dina mencerca pertanggungjawaban atas pernyataan Fandi.
“Aku akan belajar lebih giat. InsyaAllah Fandi akan membuat semua orang bangga dan bahagia. Termasuk engkau, Dina.” Kecupan manis mendarat di pesisir punggung tangan Dina. Sementara Dina hanya tersenyum dalam haru. Hingga derai airmata nya menjalar di pipinya.
Tiba-tiba seorang laki-laki datang. Bertubuh besar dan garang. Kumis tebal menggaris di atas bibirnya. Rambutnya di kepalanya mulai memutih. “Anak sama Ibu sama saja. Terlalu banyak menonton film dan sinetron. Jadi begini, sedikit-sedikit dibuat drama” lelaki paruh baya itu mengangkat bibir bagian atas sebelah kanan. Sehingga terlihat sinis memandang mereka.
“Hem. Ayah tahu saja kalau kita lagi sandiwara ckckckck” Bu Dina menjawab pernyataan lelaki berkumis yang tak lain adalah suaminya.
Riuh tawa di antara mereka bertiga. Seolah pagi yang masih dingin itu menjelma menjadi hangat. Tak terkecuali burung-burung. Mereka pun tertawa dengan kicaunya.

#FlashFiction

Share:

0 komentar:

Post a Comment

GEMPITA, Wahid Najmun Al-Farisi (Musafir Ilmu dan Cinta). Powered by Blogger.

Text Widget

"Jadilah sebaik-baik manusia, dengan selalu berbuat baik tanpa takut tak dihargai, tanpa takut tak mendapat balasan. Karena berbuat baikmu hanya ikhlas kepada Tuhan dan atas dasar kemanusiaan. Bukan karena satu pemikiran, satu agama, satu pandangan. Namun hanya satu tujuan untuk berbuat kebaikan kepada sesama."

Reriak Jiwa

Wikipedia

Search results

Sample Text

Jadikan setiap yang anda lihat, dengar dan rasakan menjadi pelajran berharga dalam hidup. Guru terbaik sepanjang zaman adalah Pengalaman. Tak peduli apakah itu pengalaman gagal atau kesuksesan.

"Tulisan adalah nyawa kedua setelah kematian"

Cloud Label

Video (4)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Powered By Blogger

Label


Religion

Religion

Blog List

Translate

Labels

Blog Archive

Blogger templates