Gerakan Menuju Pos Cita-cita "Cerpen, Puisi, Traveller, Motivasi dan Gaya Hidup menjadi tautan asa dalam sebuah Selasar Nektar Kata"

Semesta

Wednesday, November 12, 2014

Tingkatan Iman dan tips tips meningkatkannya

Carilah kebaikan di waktu pagi hari dan mulyakanlah tamu, karena tamu itu ketika singgah pada suatu kaum maka singgah pula rezekinya dan ketika pergi (pulang) maka pergi bersama dosa pemilik rumah lalu dibuang ke laut. (Dalam Kitab Washiyatul Mustafa :10)

Dalam menjalani kehidupan tekadang kita mengalami pasang surut iman yang tak dapat dihindarkan oleh setiap muslim. Ada saat kadang seorang muslim yang imannya selalu semakin meningkat. Baik dalam ibadah maupun berakhlak. Muslim ini tingkat keimanannya tidak diragukan lagi, karena setiap saat selalu meningkat. Dapat demikian karena hakikat memahami hidupnya dengan penuh syukur selalu kepada Allah ‘azza wa jalla atas segala anugerah yang telah diterimanya. Berbahagialah untuk orang yang selalu meningkat keimanannya, karena jaminan surga telah menanti siap menjemputnya. Untuk yang belum bisa mari bulatkan tekad mencoba menjadi yang terbaik sekuat kemampuan kita. Walalupun kebanyakan muslim tingkat ini para nabi, rasul bahkan para wali.

Ada lagi muslim yang imannya tetap atau stagnan. Muslim jenis ini muslim yang imannya bisa dibilang lebih baik daripada kedua iman di atas. Muslim jenis ini selalu beribadah (hablum minallah), bersosial (hablum minannaas) berakhlak dengan stabil tak menurun dan tak pula meningkat. Muslim tingkat ini mengartikan hakikat hidup yang seimbang antara dunia dan akhirat dan kadar keimanannya tetap. Atau bahasa yang familiar sejak dulu seperti lagu dari Bung Haji Rhoma Irama “yang sedang sedang saja”.
Sedangkan muslim jenis ketiga yang imannya tekadang meningkat dan kadang pula menurun. Saat meningkat seakan hidupnya dipenuhi ibadah kepada Allah semata. Namun kala menurun dipenuhi keburukan yang kelak menimbulkan penyesalan yang tiada habisnya. Banyak dari muslim muslim di sekitar anda termasuk saya yang keimanannya seperti jalanan pegunungan yang naik turun. Bagaimana solusinya? Tentu kita harus berusaha membiasakan minimal iman kita tetap. Jalani ibadah-ibadah yang mudah dan istiqamah dalam melaksanakannya. Usahakan jangan sampai menunda-nunda kegiatan sampai detik nanti  jika detik ini dapat melakukannya.

Muslim tingkatan yang terakhir adalah yang imannya semakin hari semakin menurun. Ibadahnya berkurang terus menerus. Mudah-mudahan kita tidak termasuk dalam tingkatan ini. Jika misal sudah termasuk maka apa yang harus dilakukan? Cobalah untuk beribadah lebih lagi dan yang paling penting keistiqamahannya. Jika seorang muslim melihat muslim yang lain menurun semangat ibadahnya, tanpa ada pamrih apapun kita harus membantunya dengan ucapan semangat motivasi, diajak dengan urusan ibadah dan sebagainya.

Tips meningkatkan iman
1.      Lakukan dengan perlahan-perlahan ibadah yang mudah misal shadaqah, infaq, tilawah Qur’an, shalat-shalat sunnah, menolong orang muslim lain yang sedah kesusahan.
2.      Kunci atau tips kedua yaitu istiqamah dalam pelaksanaannya.
3.      Sering berkumpullah dengan orang-orang yang semangat di jalan Allah Azza Waajalla dengan gemar berjamaah salah satunya.
4.      Dalam keadaan apapun seringlah datang ke majlis Ilmu walaupun anda sudah pernah belajar ilmu itu. Karena semakin kita senang dengan materi yang sama semakin menambah keterpahaman anda.
5.      Cobalah anda meminta pendapat orang lain tentang anda. Apa yang perlu dirubah dari sikap atau akhlak.
6.      Cobalah amalkan setiap ilmu yang anda dapat walupun itu satu huruf.
7.      Usahakan meresapi setiap ibadah dan semakin meyakini bahwa Allah selalu mengawasi gerak gerik langkah anda. Ketika anda bekerja untuk dunia bayangkan seakan anda akan hidup selamanya. Namun jika anda sedang beribadah kepada Allah seakan akan anda akan dijemput besok oleh malaikat “Izrail sang pencabut nyawa”.

Mari kita bersama sama saling memberi semangat kepada saudara kita, rekan-rekan di sekitar kita, keluarga kita dan semua muslim yang ada disampig anda pada umumnya.

Akhirnya semoga bermanfaat. Jika terdapat kekurangan harap komentar anda agar lebih sempurna lagi dan semakin kokohnya Islam dengan Peningkatan iman para muslimnya.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

GEMPITA, Wahid Najmun Al-Farisi (Musafir Ilmu dan Cinta). Powered by Blogger.

Text Widget

"Jadilah sebaik-baik manusia, dengan selalu berbuat baik tanpa takut tak dihargai, tanpa takut tak mendapat balasan. Karena berbuat baikmu hanya ikhlas kepada Tuhan dan atas dasar kemanusiaan. Bukan karena satu pemikiran, satu agama, satu pandangan. Namun hanya satu tujuan untuk berbuat kebaikan kepada sesama."

Reriak Jiwa

Wikipedia

Search results

Sample Text

Jadikan setiap yang anda lihat, dengar dan rasakan menjadi pelajran berharga dalam hidup. Guru terbaik sepanjang zaman adalah Pengalaman. Tak peduli apakah itu pengalaman gagal atau kesuksesan.

"Tulisan adalah nyawa kedua setelah kematian"

Cloud Label

Video (4)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Powered By Blogger

Label


Religion

Religion

Blog List

Translate

Labels

Blog Archive

Blogger templates