Carilah kebaikan di waktu pagi hari dan
mulyakanlah tamu, karena tamu itu ketika singgah pada suatu kaum maka singgah
pula rezekinya dan ketika pergi (pulang) maka pergi bersama dosa pemilik rumah
lalu dibuang ke laut. (Dalam Kitab Washiyatul Mustafa :10)
Dalam menjalani kehidupan tekadang kita mengalami
pasang surut iman yang tak dapat dihindarkan oleh setiap muslim. Ada saat
kadang seorang muslim yang imannya selalu semakin meningkat. Baik dalam ibadah
maupun berakhlak. Muslim ini tingkat keimanannya tidak diragukan lagi, karena
setiap saat selalu meningkat. Dapat demikian karena hakikat memahami hidupnya
dengan penuh syukur selalu kepada Allah ‘azza wa jalla atas segala anugerah
yang telah diterimanya. Berbahagialah untuk orang yang selalu meningkat
keimanannya, karena jaminan surga telah menanti siap menjemputnya. Untuk yang
belum bisa mari bulatkan tekad mencoba menjadi yang terbaik sekuat kemampuan
kita. Walalupun kebanyakan muslim tingkat ini para nabi, rasul bahkan para
wali.
Ada lagi muslim yang imannya tetap atau stagnan.
Muslim jenis ini muslim yang imannya bisa dibilang lebih baik daripada kedua
iman di atas. Muslim jenis ini selalu beribadah (hablum minallah),
bersosial (hablum minannaas) berakhlak dengan stabil tak menurun dan tak
pula meningkat. Muslim tingkat ini mengartikan hakikat hidup yang seimbang
antara dunia dan akhirat dan kadar keimanannya tetap. Atau bahasa yang familiar
sejak dulu seperti lagu dari Bung Haji Rhoma Irama “yang sedang sedang saja”.
Sedangkan muslim jenis ketiga yang imannya tekadang
meningkat dan kadang pula menurun. Saat meningkat seakan hidupnya dipenuhi
ibadah kepada Allah semata. Namun kala menurun dipenuhi keburukan yang kelak
menimbulkan penyesalan yang tiada habisnya. Banyak dari muslim muslim di
sekitar anda termasuk saya yang keimanannya seperti jalanan pegunungan yang
naik turun. Bagaimana solusinya? Tentu kita harus berusaha membiasakan minimal
iman kita tetap. Jalani ibadah-ibadah yang mudah dan istiqamah dalam
melaksanakannya. Usahakan jangan sampai menunda-nunda kegiatan sampai detik
nanti jika detik ini dapat melakukannya.
Muslim tingkatan yang terakhir adalah yang imannya
semakin hari semakin menurun. Ibadahnya berkurang terus menerus. Mudah-mudahan
kita tidak termasuk dalam tingkatan ini. Jika misal sudah termasuk maka apa
yang harus dilakukan? Cobalah untuk beribadah lebih lagi dan yang paling
penting keistiqamahannya. Jika seorang muslim melihat muslim yang lain menurun
semangat ibadahnya, tanpa ada pamrih apapun kita harus membantunya dengan
ucapan semangat motivasi, diajak dengan urusan ibadah dan sebagainya.
Tips meningkatkan iman
1. Lakukan
dengan perlahan-perlahan ibadah yang mudah misal shadaqah, infaq, tilawah Qur’an,
shalat-shalat sunnah, menolong orang muslim lain yang sedah kesusahan.
2. Kunci
atau tips kedua yaitu istiqamah dalam pelaksanaannya.
3. Sering
berkumpullah dengan orang-orang yang semangat di jalan Allah Azza Waajalla
dengan gemar berjamaah salah satunya.
4. Dalam
keadaan apapun seringlah datang ke majlis Ilmu walaupun anda sudah pernah
belajar ilmu itu. Karena semakin kita senang dengan materi yang sama semakin
menambah keterpahaman anda.
5. Cobalah
anda meminta pendapat orang lain tentang anda. Apa yang perlu dirubah dari
sikap atau akhlak.
6. Cobalah
amalkan setiap ilmu yang anda dapat walupun itu satu huruf.
7. Usahakan
meresapi setiap ibadah dan semakin meyakini bahwa Allah selalu mengawasi gerak
gerik langkah anda. Ketika anda bekerja untuk dunia bayangkan seakan anda akan
hidup selamanya. Namun jika anda sedang beribadah kepada Allah seakan akan anda
akan dijemput besok oleh malaikat “Izrail sang pencabut nyawa”.
Mari kita bersama sama saling
memberi semangat kepada saudara kita, rekan-rekan di sekitar kita, keluarga
kita dan semua muslim yang ada disampig anda pada umumnya.
Akhirnya semoga bermanfaat. Jika terdapat
kekurangan harap komentar anda agar lebih sempurna lagi dan semakin kokohnya
Islam dengan Peningkatan iman para muslimnya.







0 komentar:
Post a Comment