Gerakan Menuju Pos Cita-cita "Cerpen, Puisi, Traveller, Motivasi dan Gaya Hidup menjadi tautan asa dalam sebuah Selasar Nektar Kata"

Semesta

Monday, August 17, 2015

Celoteh dan Tangis Haru Anak Negeri

Menetes airmata ini tak terbendung. Hingga membanjiri kemaraunya negeri ini. Terdengar genderang pesawat Angkatan Udara. Membuncah meluluhlantahkan aliran semakin deras dan memanas. Lagu yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman “Indonesia Raya” bersamaan berkibarnya Sang Saka Merah Putih. Melantun indah bertabur lambaian semangat di setiap kibaran.

Belum selesai dalam haru biru yang semakin mendalam. Mendengar dan melihat perwakilan dari seluruh nusantara. Bersenandung dengan aransemen yang berkelas perpaduan musik sempurna. Menyanyikan lagu ciptaan H. Muntahar “Hari Merdeka”. Ditambah lagu ciptaan Gombloh “Kebyar-kebyar” membuat airmata terkuras kemarau membasahi negeri ini.

Siapapun pasti terharu dan menangis. Ketika terdengar atau teringat perjuangan para pahlawan. Dengan segudang jasa patriotisme dan nasionalismenya. Negeri begitu kaya akan keberagaman budaya. Mari bersama-sama kita satukan menjadi suatu perpaduan yang menggetarkan dunia ini.

Terdengar harapan dari seorang siswi SD dan seorang siswa SMP. Serta yang tak terlupa adalah Do’a untuk semua yang ada di negeri ini. Yang dibacakan olangsung oleh Menteri Agama kita.

**
Teringat di saat aku mengibarkan Sang Saka Merah Putih dua atau tiga tahun yang lalu. Walaupun itu hanya terkibar pada tiang Kecamatan. Namun perasaan itu sama dengan para pengibar bendera di istana. Perasaan itu sama, dan ketika aku melihat sorot matanya begitu haru ku mengingatnya.
Terlebih lagi saat itu sedang dalam bulan suci Ramadhan. Perjuangan dirindukan orang tua itulah kepastiannya. Menangis merindu dalam perantauan menuntut ilmu. Tak terasa kulit mengerang panas. Tak terasa hitam legamnya kulit. Semuanya terbayar lunas dengan kobaran semangat dalam dada. Berpacu mengharap dan mencetak negeri ini lebih baik. Bersinergi membentengi negeri ini dengan ilmu dan pengetahuan anak negeri ini.
Indonesia... Usia merdeka mu berjalan pada tujuh puluh tahun. Harapanku selalu yang terbai untukmu. Kibar benderamu kami junjung setinggi-tingginya dengan tangan-tangan anak negeri. Dengan tiang-tiang penyangga yang ramah dan keseragaman indah budaya. Bersatu padu menguatkan lagi semboyan negeri ini. “BHINNEKA TUNGGAL IKA”.

Indonesia... MERDEKA!!!
70 TAHUN INDONESIA MERDEKA


Share:

0 komentar:

Post a Comment

GEMPITA, Wahid Najmun Al-Farisi (Musafir Ilmu dan Cinta). Powered by Blogger.

Text Widget

"Jadilah sebaik-baik manusia, dengan selalu berbuat baik tanpa takut tak dihargai, tanpa takut tak mendapat balasan. Karena berbuat baikmu hanya ikhlas kepada Tuhan dan atas dasar kemanusiaan. Bukan karena satu pemikiran, satu agama, satu pandangan. Namun hanya satu tujuan untuk berbuat kebaikan kepada sesama."

Reriak Jiwa

Wikipedia

Search results

Sample Text

Jadikan setiap yang anda lihat, dengar dan rasakan menjadi pelajran berharga dalam hidup. Guru terbaik sepanjang zaman adalah Pengalaman. Tak peduli apakah itu pengalaman gagal atau kesuksesan.

"Tulisan adalah nyawa kedua setelah kematian"

Cloud Label

Video (4)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Powered By Blogger

Label


Religion

Religion

Blog List

Translate

Labels

Blog Archive

Blogger templates