Menetes airmata ini tak terbendung. Hingga membanjiri
kemaraunya negeri ini. Terdengar genderang pesawat Angkatan Udara. Membuncah meluluhlantahkan
aliran semakin deras dan memanas. Lagu yang diciptakan oleh Wage Rudolf
Supratman “Indonesia Raya” bersamaan berkibarnya Sang Saka Merah Putih.
Melantun indah bertabur lambaian semangat di setiap kibaran.
Belum selesai dalam haru biru yang semakin mendalam. Mendengar
dan melihat perwakilan dari seluruh nusantara. Bersenandung dengan aransemen
yang berkelas perpaduan musik sempurna. Menyanyikan lagu ciptaan H. Muntahar “Hari
Merdeka”. Ditambah lagu ciptaan Gombloh “Kebyar-kebyar” membuat airmata
terkuras kemarau membasahi negeri ini.
Siapapun pasti terharu dan menangis. Ketika terdengar atau
teringat perjuangan para pahlawan. Dengan segudang jasa patriotisme dan
nasionalismenya. Negeri begitu kaya akan keberagaman budaya. Mari bersama-sama
kita satukan menjadi suatu perpaduan yang menggetarkan dunia ini.
Terdengar harapan dari seorang siswi SD dan seorang siswa
SMP. Serta yang tak terlupa adalah Do’a untuk semua yang ada di negeri ini. Yang
dibacakan olangsung oleh Menteri Agama kita.
**
Teringat di saat aku mengibarkan Sang Saka Merah Putih dua
atau tiga tahun yang lalu. Walaupun itu hanya terkibar pada tiang Kecamatan. Namun
perasaan itu sama dengan para pengibar bendera di istana. Perasaan itu sama,
dan ketika aku melihat sorot matanya begitu haru ku mengingatnya.
Terlebih lagi saat itu sedang dalam bulan suci Ramadhan. Perjuangan
dirindukan orang tua itulah kepastiannya. Menangis merindu dalam perantauan
menuntut ilmu. Tak terasa kulit mengerang panas. Tak terasa hitam legamnya kulit.
Semuanya terbayar lunas dengan kobaran semangat dalam dada. Berpacu mengharap
dan mencetak negeri ini lebih baik. Bersinergi membentengi negeri ini dengan
ilmu dan pengetahuan anak negeri ini.
Indonesia... Usia merdeka mu berjalan pada tujuh puluh
tahun. Harapanku selalu yang terbai untukmu. Kibar benderamu kami junjung
setinggi-tingginya dengan tangan-tangan anak negeri. Dengan tiang-tiang
penyangga yang ramah dan keseragaman indah budaya. Bersatu padu menguatkan lagi
semboyan negeri ini. “BHINNEKA TUNGGAL IKA”.
Indonesia... MERDEKA!!!
70 TAHUN INDONESIA MERDEKA







0 komentar:
Post a Comment