Derap
langkah melantun sunyi dalam doamu
Berpacu
di atas pelanamu
Melesat
jauh berkat tulus kasih sayangmu
Namun...
Kupatahkan tongkat kepercayaanmu
Berharap
mengais udara bebas tiada batas
Setiap
nasehatmu terbantah terbantai
Hingga
tak membekas
Di
relung nuraniku...
Kini
hanya hening tanpamu disisiku
Meraih
asa dalam belenggu dosa
Hidupku
tak terarah
Titian
duri selalu kulalui
Tanpa
lagi terompah doa dan ridhomu
Menyelami
nestapa hidup penuh bara
Terasing
dari panggung kebenaran
Akankah
kau tetap menyayangiku?
Dalam
tempurung keras ini aku merintih parau
Sesal
durhaka menyelimuti
Dusta,
bantahan, egois diri ini
Menyusup
membakar jiwa yang kelam
Hingga
hitam legam hati dalam kegelapan
Ummi...
Ummiii...
Mandikan
buah hati yang kotor ini
Dengan
air mata kasih cintamu
Nasehat
dan senyumanmu menyejukkanku
Pangkuanmu
yang menentramkan hati
“Sepucuk
Surat Rindu” hati ini
Layang
rindu usapan lembut ridhomu, belaianmu
Ummii...
Dalam
sujudku, terisak menyebut namamu selalu








0 komentar:
Post a Comment