Ibu adalah sosok manis madu dalam hatiku. Dimana ia selalu ada setiap waktu untukku. walau jasad terpisah jauh hingga berbatas pulau, selat maupun samudera, ia akan tetap ada dalam relung hari dan selalu mendoa untuk kita. Ia yang rela korbankan apapun untuk kebahagiaan kita. walaupun harus nyawa menjadi taruhannya.
Ibu. . . Kau adalah mutiaraku yang paling bersinar terang dalam setiap sisi kehidupanku. Kasih sayangnya membuat dunia ini penuh. Ketika ia kedingingan maka ia lebih memilih tak berselimut. karena selimutnya lebih baik iia berikan pada anaknya. Sehingga dua selimut yang semakin hangat. Ibu sangat rentan menangis. Menangisi kita apabila sakit, sedih. tapi beliau sedikitpun tak mengeluh atau pasrah mengurus kenakalan kita. Ia selalu Ikhlas dan Sabar merawat kita.
Aku tahu bahwa setiap saat ia memikirkan kita. Terlepas ayahpun juga begitu. namun Ibu telah disebut tiga kali lebih banyak dari seorang ayah. Ibu... Jasamu tiada yang akan pernah membalasnya, kecuali Allah yang Maha Penyayang saja. Tiada yang lain.
Ibu. . . Sekuat tenaga ku untuk berarti bagimu, membahagiakanmu. Itu sudah cukup bagi seorang ibu. Ia melihatmu bahagia, sukses dan ceria dengan senyuman saja sudah cukup membuatnya pun bahagia. Ketika ibu melahirkan anaknya pun hampir separuh lebih kasih sayangnya kepada diri sendiri ia limpahkan kepada anaknya. Seorang ibu akan selalu ada di depan untuk membela anaknya. ia selalu di belakang untuk menyemangati anaknya. Ia selalu berada di samping anaknya untuk selalu menguatkan dengan merangkulnya ke jalan yang benar.
Pembaca yang pasti mencintai ibunya. Sembilan bulan itu waktu yang cukup lama membawa kita kemana-mana. Dalam keadaan lemah bertambah lemah. lalu harus sabar merawatnya, menyusuinya hingga dua tahun. Semua itu sebuah kebahagiaan bagi mereka para ibu ketika mengurus kita para anak-anaknya.
Sesekali pandanglah wajah ibumu dengan seksama. Mohon maaflah kepadanya, karena kata-kata dan tingkah mungkin sering digoreskan pada hatinya. Berterimakasihlah kita kepadanya, yang selama ini telah berkorban untuk anak nya yang sekarang sudah gagah dan bisa berjalan sendiri. Sesekali cobalah untuk basuh kaki ibumu itu. Jika kau jauh, maka sempatkanlah untuk pulang kerumah untuk menengok keadaanya. basuh dan cuci kakinya. serta dengan segenap keikhlasan maka ciumlah kakinya. Bisa dipastikan bahwa sayang ibumu tujh kali lipat dari sebelumnya kepadamu. Rasa sayangnya semakin ikhlas dan semakin semangat. Itu sudah sedikit menghapus semua kenakalan kita di waktu kecil.
"Ibu... Aku merindukanmu... Aku mencintaimu... Kau adalah surga yang begitu indah...
Ibu Maafkan aku,,, Ibu Terima aksih telah merawat dan mendidikku..."
#HappyMom'sDay
Wahid Najmun Al Farisi







0 komentar:
Post a Comment