Gerimis piluh bila selalu terucap julukanmu itu. Hanya saja
kamu tidak pernah sadar akan hal itu. Seolah-olah kamu manusia paling benar dan
tiada kesalahan. Ribuan janjimu sebelum kau terduduk manis sambil tiduran di
kursimu. Janjimu kepada rakyat hanya sebatas ucapan saja. Kau laiknya seekor
belut yang licin dan picik dalam titah kakimu. Kau berwajah manis seperti
kucing yang amat menggemaskan. Namun sebenarnya kau adalah seekor tikus
pengrusak yang bengis lagi tengil. Negeriku ini bosan dengan kehadiranmu. Dalam
setiap birokrasi pasti terselip julukanmu itu. Bahkan hingga penegak hukum yang
seharusnya menegakkan malah mengikuti jejak kakimu untuk meraup untung dan
memperkaya diri sendiri. Kau tak lebih seorang pecundang yang berpakaian rapi
memakai uang dari yang bukan hakmu. Bertaubatlah sebelum kau menerima azab yang
pedih.
Korupsi adalah julukanmu yang terkenal. Ketika diperiksa
seakan-akan berdalaih kau tak pernah melakukannya. Kau bilang kau difitnah,
ditipu dan sebagainya. Lalu endingnya terbukti kau seorang koruptor. Memang
benar bahwa koruptor adalah orang atau pejabat yang ketahuan korupsi. Yang
belum ketahuan dia belum jadi koruptor, tapi masih ada dijabatannya. Dan itu
sangatlah banyak.
Jika di negara maju, apabila pejabat terdeteksi korupsi maka
dengan sendirinya ia mengundurkan diri dari jabatan itu. Berarti masih punya
malu tuh. Jika di negara berkembang seperti Indonesia ini jika ada pejabat yang
terdeteksi korupsi maka yang dilakukannya adalah Praperadilan, Peradilan yang
berbelit. Yang semua itu intinya Jika terdakwa korupsi Maju terus sampai bisa
seminim mungkin lepas dari tuduhan itu. Astaghfirullah.
Semoga di hari Anti Korupsi ini tepatnya tanggal 9 Desember.
Orang yang pernah korupsi, sedang atau akan korupsi segera disadarkan. Amiin
dan semoga semakin amanah memegang jabatannya.







0 komentar:
Post a Comment