![]() |
| Foto Diambil dari daerah sekitar Talang Ekong |
Pernahkah anda mengamati
kehidupan Pohon Pisang? Pohon yang sering kita jumpai dengan banyaknya anak di
sekelilingnya. Ya. Disetiap satu pohon pisang tertanam, dia akan beranak banyak
dalam rumpunnya itu. Saya berasumsi bahwa motto hidup pisang adalah Hidup sekali membawa Berkah dan beranak
banyak. Yang lebih unik adalah pohon pisang tidak pernah berbuah dua kali. Ia
hanya berbuah sekali. Walaupun ia hanya diberi kesempatan berbuah sekali setiap
batangnya. Ia tidak pernah menyerah untuk berbuah. Bagaimana tidak? Karena jika
kau tebang sebelum ia berbuah, ia akan tumbuh kembali untuk berbuah. Tapi
ketika kau tebang pohon itu ketika sudah berbuah. Maka ia akan mati dan pohonnya membusuk. Apa artinya? Dia
Istiqomah untuk berbuah apapun rintangannya, ketika ada sesuatu yang
menghalanginya. Ia bangkit dan berusaha lagi untuk menggapai tujuannya.
Ia tak menyia-nyiakan
kesempatan satu kali dalam hidupnya itu. Kesempatan untuk berbuah dan
memperbanyak anaknya. Tentu anak-anaknya pula didoktrin untuk seperti
orangtuanya. Yang akan berbuah apapun rintangannya. Serta akan memperbanyak
keturunan yang lebih berkualitas.
Sahabat Gempita...
kita dapat mengambil hikmah dari pohon pisang ini. Diberi kesempatan sekali dan
takkan pernah menyia-nyiakannya. Sedangkan kita, begitu banyak kesempatan untuk
berbuat sesuatu. Dimulai dari kesempatan waktu luang, waktu sehat, waktu bisa
bergerak, melihat, berbicara, membaca, menulis dan yang lainnya. Jangan sampai
kita menyerah. Karena tak jarang orang-orang yang gagal adalah orang yang satu
langkahnya lagi adalah keberhasilan. Namun ia memberhentikan langkahnya.
Gagal adalah suatu
yang pasti. Tapi keberhasilan pun lebih pasti bagi orang yang selalu berusaha.
Ingatlah bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu
berusaha merubahnya. Jadi, apapun bergerklah menuju kebaikan. Pohon pisang
diberi kesempatan berbuah sekali dalam hidupnya. Ia pergunakan kesempatan itu
dengan setundun buah. Yang artinya sekali berbuah banyak. Setelah itu ia
menutup usia. Ia percaya anak-anaknya akan melanjutkan perjuangan keberkahan
selanjutnya. Pohon pisang hanya mempunyai satu jantung. Ketika ia korbankan
jantung itu untuk keberkahan penduduk bumi. Maka ia bahagia dengan
keputusannya. Ia tetap mengajarkan hal yang sama kepada anak-anaknya di rumpun.
“Pantang Pisang Berbuah Dua Kali” ”Pantang pemuda mati sebelum menorehkan
sejarah keberkahan untuk bumi”
Ia tak perlu untuk
kesempatan yang kedua dalam menumbuhkembangkan keberkahan. Ia selalu
mempergunkan kesempatan seakan-akan ia hanya diberi kesempatan sekali.
Maka, gunakan
kesempatan hidupmu untuk sesuatu yang bermanfaat. Seperti menorehkan sejarah
yang tetap akan dikenang minimal oleh sanak saudaramu. Torehkanlah tinta
kebaikan dengan karyamu. Menulis, berorganisasi, berbudaya sosial dan kegiatan
yang positif lainnya.








0 komentar:
Post a Comment