Gerakan Menuju Pos Cita-cita "Cerpen, Puisi, Traveller, Motivasi dan Gaya Hidup menjadi tautan asa dalam sebuah Selasar Nektar Kata"

Semesta

Saturday, March 12, 2016

Pantang Pisang Berbuah Dua Kali (Inspirasi Pohon Pisang)

Foto Diambil dari daerah sekitar Talang Ekong



Pernahkah anda mengamati kehidupan Pohon Pisang? Pohon yang sering kita jumpai dengan banyaknya anak di sekelilingnya. Ya. Disetiap satu pohon pisang tertanam, dia akan beranak banyak dalam rumpunnya itu. Saya berasumsi bahwa motto hidup pisang adalah Hidup sekali membawa Berkah dan beranak banyak. Yang lebih unik adalah pohon pisang tidak pernah berbuah dua kali. Ia hanya berbuah sekali. Walaupun ia hanya diberi kesempatan berbuah sekali setiap batangnya. Ia tidak pernah menyerah untuk berbuah. Bagaimana tidak? Karena jika kau tebang sebelum ia berbuah, ia akan tumbuh kembali untuk berbuah. Tapi ketika kau tebang pohon itu ketika sudah berbuah. Maka ia akan mati  dan pohonnya membusuk. Apa artinya? Dia Istiqomah untuk berbuah apapun rintangannya, ketika ada sesuatu yang menghalanginya. Ia bangkit dan berusaha lagi untuk menggapai tujuannya.
Ia tak menyia-nyiakan kesempatan satu kali dalam hidupnya itu. Kesempatan untuk berbuah dan memperbanyak anaknya. Tentu anak-anaknya pula didoktrin untuk seperti orangtuanya. Yang akan berbuah apapun rintangannya. Serta akan memperbanyak keturunan yang lebih berkualitas.
Sahabat Gempita... kita dapat mengambil hikmah dari pohon pisang ini. Diberi kesempatan sekali dan takkan pernah menyia-nyiakannya. Sedangkan kita, begitu banyak kesempatan untuk berbuat sesuatu. Dimulai dari kesempatan waktu luang, waktu sehat, waktu bisa bergerak, melihat, berbicara, membaca, menulis dan yang lainnya. Jangan sampai kita menyerah. Karena tak jarang orang-orang yang gagal adalah orang yang satu langkahnya lagi adalah keberhasilan. Namun ia memberhentikan langkahnya.
Gagal adalah suatu yang pasti. Tapi keberhasilan pun lebih pasti bagi orang yang selalu berusaha. Ingatlah bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu berusaha merubahnya. Jadi, apapun bergerklah menuju kebaikan. Pohon pisang diberi kesempatan berbuah sekali dalam hidupnya. Ia pergunakan kesempatan itu dengan setundun buah. Yang artinya sekali berbuah banyak. Setelah itu ia menutup usia. Ia percaya anak-anaknya akan melanjutkan perjuangan keberkahan selanjutnya. Pohon pisang hanya mempunyai satu jantung. Ketika ia korbankan jantung itu untuk keberkahan penduduk bumi. Maka ia bahagia dengan keputusannya. Ia tetap mengajarkan hal yang sama kepada anak-anaknya di rumpun.

“Pantang Pisang Berbuah Dua Kali” ”Pantang pemuda mati sebelum menorehkan sejarah keberkahan untuk bumi”

Ia tak perlu untuk kesempatan yang kedua dalam menumbuhkembangkan keberkahan. Ia selalu mempergunkan kesempatan seakan-akan ia hanya diberi kesempatan sekali.
Maka, gunakan kesempatan hidupmu untuk sesuatu yang bermanfaat. Seperti menorehkan sejarah yang tetap akan dikenang minimal oleh sanak saudaramu. Torehkanlah tinta kebaikan dengan karyamu. Menulis, berorganisasi, berbudaya sosial dan kegiatan yang positif lainnya.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

GEMPITA, Wahid Najmun Al-Farisi (Musafir Ilmu dan Cinta). Powered by Blogger.

Text Widget

"Jadilah sebaik-baik manusia, dengan selalu berbuat baik tanpa takut tak dihargai, tanpa takut tak mendapat balasan. Karena berbuat baikmu hanya ikhlas kepada Tuhan dan atas dasar kemanusiaan. Bukan karena satu pemikiran, satu agama, satu pandangan. Namun hanya satu tujuan untuk berbuat kebaikan kepada sesama."

Reriak Jiwa

Wikipedia

Search results

Sample Text

Jadikan setiap yang anda lihat, dengar dan rasakan menjadi pelajran berharga dalam hidup. Guru terbaik sepanjang zaman adalah Pengalaman. Tak peduli apakah itu pengalaman gagal atau kesuksesan.

"Tulisan adalah nyawa kedua setelah kematian"

Cloud Label

Video (4)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Powered By Blogger

Label


Religion

Religion

Blog List

Translate

Labels

Blog Archive

Blogger templates