Dunia ini terang bagi siapa saja yang tak menganggapnya gelap. Tarian tinta di atas putihnya kanvas meliuk-liuk di pesisir cinta. Terang bagi siapa saja yang mampu menjadi bintang bagi dirinya sendirii.
Saatnya Bangkit dari keterpurukan. Yah. Inilah manusia. Naik turunnya produktivitas nurani. Kadang menang kadang pula kalah telak. Namun yang membuat indah adalah ketika selalu bangkit dari terpaan badai yang menerjangnya.
Hari kemarin adalah sesuatu yang telah berlalu sehingga ia hanya bisa menjadi pelajaran sejarah. Sedangkan hari esok bisa jadi masih panjang dan lebih melelahkan. Dan aku yang sekarang hidup di hari ini adalah sebuah kebahagiaan. Menjalaninya dengan penuh asa dan rajut kebangkitan. Bukan berarti aku melupakan sejarah. Namun aku bangkit menjadi apa yang Allah Ridloi dan menjadi apa yang diharapkan kedua orang tua.
Melalui pesan ini aku sampaikan maaf kepada semua orang yang pernah bertatp muka denganku. Inderaku mungkin sering atau minimal pernah menyakitimu. Untuk itu maafkanlah aku. Kalaupun tak kau maafkanku itu urusanmu dengan Rabb,








0 komentar:
Post a Comment