Sang Ksatria Senyap
Oleh Wahid Nur Hidayat
Lihatlah, ia penuh coreng tanah
Kuyup dalam gemericik peluhnya
Kerutan di setiap kulitmu yang legam
Bukan karena warna menghitam kelam
Tapi, ukiran surya menghujam mencekam dalam cengkraman
Hantaman gelombang tergaris di keningmu
Letupan semangatmu tak terasa tertindih barisan bukit
Dengan gagahnya kau berkata
Jadilah orang hebat kelak, goreslah pena dalam kanvas dunia ini
Jangan sampai kau sengsara sepertiku
Sedetik pun tak kudengar kesahmu
Ribuan panah menusukmu, dentuman dan himpitan asa membelenggu
Kau tetap berjuang untukku
Aku tahu kau mencintaiku
Hanya kau tak pernah mengungkapkannya
Lukisan kasihmu tetap terlihat dalam gurat-gurat ototmu
Ayah...
Diri ini bangga padamu
Sedikit ucapmu, simbol hidup atas kepemimpinanmu
Tegas dan bijaksana
Kau tak pandai meracik kata-kata
Namun gerak-gerikmu menyimpan sejuta makna
Kau pahlawanku...
Aku harus belajar dari caramu mendidikku
Menyerap senyap cahaya putihmu
Genggam bijakmu dalam palung jiwaku
Ayah...
Ksatria senyap yang merayap di relung pahatan hati
(Lampung Timur, 11 April 2016)
![]() |
| OTW ke Jawa Timur 2012 |








0 komentar:
Post a Comment