| Musafir |
Tahukah kau bahwa mata adalah CCTV bagi hati? Seseorang terkadang bisa terbaca hatinya cukup dengan hanya melihat sepasang bola matanya. Mata pun dapat berbicara oleh tanda-tanda yang tentu tak asing lagi. Warna hati adalah merah pekat. Namun bila mata sedikit kabur oleh warna merah jambu? Tentu itu suatu pertanda hati pun sedang berwarna merah jambu.
Cinta boleh saja terjadi. Namun bila kau mampu bertahan untuk memendamnya itu lebih baik. Karena cinta sesungguhnya ada dalam pernikahan. Jika kau cinta dan benar-benar ingin hidup bersamanya. Maka, datangilah rumah orang tuanya. Seraya berkata, "Maaf Bapak telah berlaku tidak adil. Bapak telah melakukan praktek monopoli di dunia ini." Maka ayahnya akan kebingungan atas tuduhanmu itu. "Maksudmu??" Maka jawablah dengan tenang, "Karena Bapak telah menimbun seorang wanita yang sholehah. Sangat disayangkan bila dia beribadah namun hanya separuh agama yang bisa didapatnya. Andai saja bapak menikahkannya dengan diriku. Maka Bapak lepas dari tuduhan monopoli wanita sesholihah putri Bapak. Semoga bapak berkenan atas khitbah ini."
Krik krik krik krik...
Cahaya itu penting. Karena lebih baik hidup merana dengan cahaya daripada hidup bahagia tanpa cahaya. Karena cahaya dari Sang Ilahi tak ternilai harganya sekalipun kebahagiaan menggantikannya.
Akulah musafir. Yang sedang meneliti setiap lirikan rindu sang rembulan kepada sang surya. Ketika aku berjalan di setapak semesta, kudapati mereka selalu merapal doa untuk pasangan halal yang bersatu. Cahaya akan terus terang sedangkan pendar akan tetap bertemaram di semayam malam. Menyibak gelapnya malam yang kelam...
Musafir Ilmu dan Cinta







0 komentar:
Post a Comment