Gerakan Menuju Pos Cita-cita "Cerpen, Puisi, Traveller, Motivasi dan Gaya Hidup menjadi tautan asa dalam sebuah Selasar Nektar Kata"

Semesta

Wednesday, October 12, 2016

Buih Ombak. "Cahaya Pertama dan Kedua"



Musafir
Cahaya pertama pada alam semesta ini adalah Sang Mentari. Sedangkan cahaya kedua adalah Sang Rembulan. Sekilas mereka tak pernah bersama. Namun sebenarnya semestalah yang menyatukan mereka atas izin-Nya. Kau tentu tahu bahwa sinar surya adalah sinar dari dalam dirinya sendiri. Melalui izin-Nya lah serngenge itu terang oleh tubuhnya sendiri. Sedangkan cahaya rembulan berasal dari pantulan sinar matahari. Seberapa pun indahnya rembulan, ia akan selalu tersipu malu di samping sang surya. Mereka laksana pengantin yang usia pernikahan muda. Sehingga malu-malu merajut rindu kelabu yang sebelumnya berkecamuk. Lihatlah ! ketika bulan sabit sedang terlentang. Menjelma sebuah senyuman ilalang. Manisnya merekah mewangi di sepanjang jagad raya.  Temaramnya menguar rindu bagi hati-hati yang terbelenggu jarak dan waktu. Rembulan acapkali menjadi tempat paling santer untuk para galauers untuk curhat akan kangen yang menjamah hati. Seringkali mendapatkan titipan salam untuk seseorang. Padahal dirinya sendiri (Rembulan) sedang merindu atas pelukan hangat mentari. dengan kesabaranlah dia bertahan.

Tahukah kau bahwa mata adalah CCTV bagi hati? Seseorang terkadang bisa terbaca hatinya cukup dengan hanya melihat sepasang bola matanya. Mata pun dapat berbicara oleh tanda-tanda yang tentu tak asing lagi. Warna hati adalah merah pekat. Namun bila mata sedikit kabur oleh warna merah jambu? Tentu itu suatu pertanda hati pun sedang berwarna merah jambu.

Cinta boleh saja terjadi. Namun bila kau mampu bertahan untuk memendamnya itu lebih baik. Karena cinta sesungguhnya ada dalam pernikahan. Jika kau cinta dan benar-benar ingin hidup bersamanya. Maka, datangilah rumah orang tuanya. Seraya berkata, "Maaf Bapak telah berlaku tidak adil. Bapak telah melakukan praktek monopoli di dunia ini." Maka ayahnya akan kebingungan atas tuduhanmu itu. "Maksudmu??" Maka jawablah dengan tenang, "Karena Bapak telah menimbun seorang wanita yang sholehah. Sangat disayangkan bila dia beribadah namun hanya separuh agama yang bisa didapatnya. Andai saja bapak menikahkannya dengan diriku. Maka Bapak lepas dari tuduhan monopoli wanita sesholihah putri Bapak. Semoga bapak berkenan atas khitbah ini."

Krik krik krik krik...

Cahaya itu penting. Karena lebih baik hidup merana dengan cahaya daripada hidup bahagia tanpa cahaya. Karena cahaya dari Sang Ilahi tak ternilai harganya sekalipun kebahagiaan menggantikannya.

Akulah musafir. Yang sedang meneliti setiap lirikan rindu sang rembulan kepada sang surya. Ketika aku berjalan di setapak semesta, kudapati mereka selalu merapal doa untuk pasangan halal yang bersatu. Cahaya akan terus terang sedangkan pendar akan tetap bertemaram di semayam malam. Menyibak gelapnya malam yang kelam...

Musafir Ilmu dan Cinta

Share:

0 komentar:

Post a Comment

GEMPITA, Wahid Najmun Al-Farisi (Musafir Ilmu dan Cinta). Powered by Blogger.

Text Widget

"Jadilah sebaik-baik manusia, dengan selalu berbuat baik tanpa takut tak dihargai, tanpa takut tak mendapat balasan. Karena berbuat baikmu hanya ikhlas kepada Tuhan dan atas dasar kemanusiaan. Bukan karena satu pemikiran, satu agama, satu pandangan. Namun hanya satu tujuan untuk berbuat kebaikan kepada sesama."

Reriak Jiwa

Wikipedia

Search results

Sample Text

Jadikan setiap yang anda lihat, dengar dan rasakan menjadi pelajran berharga dalam hidup. Guru terbaik sepanjang zaman adalah Pengalaman. Tak peduli apakah itu pengalaman gagal atau kesuksesan.

"Tulisan adalah nyawa kedua setelah kematian"

Cloud Label

Video (4)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Followers

Total Pageviews

Powered By Blogger

Label


Religion

Religion

Blog List

Translate

Labels

Blog Archive

Blogger templates